Tampilkan postingan dengan label dunia dhaneswarii. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia dhaneswarii. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2015

Jalan-jalan ke Gunung Andong


"Jangan pernah meremehkan hal remeh!"

Pelajaran ini sih yang aku dapat waktu 'jalan-jalan' ke Gunung Andong, Magelang. Kalau bisa disebut jalan-jalan sih. Pernah beberapa kali naik gunung, dan penasaran naik ke Andong. Biar dibilang kekinian dan dapet cap pendaki gemes. haha... Lumayan deket dari rumah.Tingginya juga cuma 1762 mdpl. "Ah kecil!" pikir aku waktu itu. Makanya aku langsung ajak temen-temen jalan-jalan ke Andong. Tanggal 15 Mei 2015 lalu akhirnya mengandonglah daku....

Rute menuju Andong dari Terminal Tidar Magelang → belok kanan  di lampu merah canguk ke arah Kopeng/ketep → Pasar Ngablak (gapura pasar Ngablak yang berwarna biru) → Belok Kiri di gapura yang pertama kearah Grabag (mangli), ada lapangan sepak bola → maju sekitar 2 KM akan ada pertigaan makam dusun kenteng (perhatikan Plang Arah Penunjuk jalan) → belok kiri dan ikuti jalan itu sampai bertemu plang selanjutnya → SD Girirejo 2 (belok kanan)  → Sampai lah  di Dusun SAWIT. start pendakian Gunung Andong.

Karena niatnya jalan-jalan, nggak ada persiapan khusus. Cuma bawa badan doang + minum. Kata-kata "Ah kecil!" berubah menjadi "Sumpah, aku udah nggak kuattttttttt!"

Trek menuju puncak Andong enggak ekstrem sih, aman dan savety banget. Tapi, entah karena kemiringannya yang nggak begitu landai atau karena dari awal jalanan langsung mendaki aku bener-bener drop. Badan keringet dingin, mual sampai akhirnya muntah. Beruntung temen-temen pada baik banget, akhirnya walaupun pendakian tersendat-sendat karena saya yang kurang fit, kami berhasil sampai puncak!

Waktu kami mendaki sekitar pukul 09.00, sampai puncak pukul 11.30. Kayaknya cuma aku yang ndaki Andong sebegini lama :(
Dan siang bolong begitu, kabut menutupi pandangan kami. Nggak kelihatan apa-apa :(
Aku sama temen-temen nekat ngelawatin jembatan setan atau geger sapi yang menghubungkan puncak Andong dengan puncak yang satunya. Merinding awalnya, tapi lama-lama nagih. Serius :D
Sambil duduk-duduk dan mengobrol akhirnya kabut mulai turun, pemandangan indah terhampar. Tapi beberapa waktu kemudian kabut naik lagi. Akhinya kami memutuskan untuk turun.

Karena Andong yang sedang hits, aku dan temen-temen sengaja nggak nge-camp. Yakin banget bakal kayak pasar. Apalagi malem minggu. Eh, tapi buat kalian yang mau ngecamp di puncak ada camp ground nggak gede-gede amat sih tapi cukup lah buat 15 tenda. *eh iya nggak ya*
Satu hal yang perlu diingat: DI ATAS ADA WARUNG jadi yang nggak mau repot masak di atas nggak perlu khawatir :D

Sekian deh, bai!

Just take a photo, cekidout....

Belakangnya kabut putih, sedih :(

Yatta! Berhasil ngelewatin jembatan setan yang lebarnya nggak ada 1 meter

View pemukiman dari ketinggian

again!
Nb: Kalau mau tahu Andong dengan kondisi yang lagi ramah, pemandangan spekta. Search aja di google gunung andong. Bakalan ada banyak foto-foto keren para pendaki di sana. Apalagi sunrisenya! Supacool! Sana-sana stalking... Salam lestari

Kamis, 09 April 2015

Curug Grenjengan Kembar - air terjun berpantai


Ketika itu saya mendapat bbm dari seorang teman, yang intinya: ada nggak tulisan kamu tentang Magelang? Well, saya nggak bisa jawab. Malu banget, orang Magelang tapi nggak pernah nulis apa pun tentang kota sendiri, malah nge-post tempat-tempat trip di luar kota. Malu, sungguh!
Nah untuk menebus kemaluan saya, eh oke maksud saya, untuk menebus rasa malu saya maka saya memutuskan untuk pergi ke tempat keren di Magelang kemudian akan saya post di blog ini. Dan terpilihlah CURUG GRENJENGAN KEMBAR di Pakis, Kab.Magelang. Here we gooooo....

Curug Grenjengan Kembar, Pakis, Kab.Magelang
Awalnya saya cari-cari informasi di internet, masih sedikit informasinya. Mungkin karena belum banyak dikenal orang. Akhirnya saya tanya teman saya, dia menjelaskan detail lokasinya. Teman saya yang lain menceritakan keindahannya, bahkan dia bilang jika beruntung kita bisa melihat pelangi melengkung di atas air terjun. Oh Men.... Pelangi Men! Di atas air terjun pula. Mau liat bangeeet!

So, saya berdua doang sama kakak perempuan saya naik motor tanpa pernah ke tempat itu sebelumnya. Modal nekat doang tapi akhirnya kita sampai. Eh by the way, untuk menuju ke tempat ini saya kasih rutenya ya. Dari arah Magelang kita ke pertigaan canguk. Kalau dari arah Semarang belok kiri setelah tiba di pertigaan, jika dari arah Jogja belok kanan. Terus ikutin jalan aja menuju arah Kopeng atau Salatiga. Lurus aja terus sampai ketemu pasar Pakis. Nah masih lurus nih sampai ada pertigaan, atau jalan bercabang. Ambilah jalan ke kiri. Arah SMP apa gitu saya lupa, tapi ada plang bertuliskan Grenjengan Kembar. Jadi buat yang belum tahu lebih baik pelan-pelan agar nggak keblabasan.

Nah setelah belok ke kiri, ikuti jalan masuk ke perkampungan. Terus belok kanan, langsung belok kiri kemudian lurus. Hati-hati jalannya masih rusak. Nah lucunya, pas saya tanya jalan sama adek-adek SD yang pulang sekolah eh dia bilang "Mau ke pantai ya, Mbak? Lurus aja."
Saya bingung banget, Pantai? Magelang punya pantai? saya iya-in aja, penasaran. Ngikutin instruksi dari dedek gemes tadi, kami tiba di air terjun Grenjengan Kembar. Kami Parkir bayar 2rb, terus masuk air terjun nggak bayar. Horay Gratis!

Dari pintu masuk ke tempat air terjun jaraknya pendek sekali, ditempuh jalan kaki 5 menit. Nggak nanjak kayak air terjun lain. Duh bahagiak! Now, mari kita intip seperti apakah Grenjengan Kembar yang masih sepi pengunjung ini. Let's Go :D

Curug pertama
curug kedua
ini keduanya dalam satu frame, magelang indah ya :')
Well, soal pantai yang diceploskan oleh anak kecil berseragam merah putih itu ternyata adalah genangan air terjun di bagian pinggir. Lucu sekali. Memang mirip ombak di pantai dalam ukuran kecil sih.
pantai mini
Jadi begitulah sedulur Magelang, Curug Grenjengan Kembar ini bagus banget. Masih asri dan alami. Sepi pula kalau buat foto bagus, banyak batu-batu warna warni di dasar air terjunnya. Oh iya banyak pohon pinus juga loh untuk menuju air terjun ini. Hanya saja soal pelangi, saya belum beruntung. Satu hal, Sedulur, Magelang itu indah, nggak usahlah melancong jauh-jauh kalau di kota sendiri bisa nemuin surga seindah ini. Ayo ke Magelang!
Baiklah, kini tiba saatnya saya pamer foto. Sampai jumpa di jalan-jalan saya selanjutnya. This is it :)

Nyusun batu merah di bawah air terjun, kurang romantis apa aku coba? #tolak vandalisme
Hutan pinus menuju air terjun
ehem!

sok sok nadine candrawinata gitu, tapi gagal haha

Sabtu, 07 Maret 2015

Keluarga tanpa KK - Sheilagank Magelang

Mau sedikit bercerita.... tentang keluarga yang nama-namanya tak tercantum dalam KK. Sheilagank Magelang.

Well, Dimulai dari perkenalan dulu ya. Apa sih Sheilagank Magelang itu?
Adalah sebuah komunitas di Magelang, Jawa Tengah yang berasaskan keluarga dan bersatu karena pada mulanya sama-sama mengagumi band legend bernama Sheila on7. Kenapa saya bilang pada mulanya? Yip, karena kecintaan pada Sheila on7 lah yang mempertemukan kami dan mengikat kami, untuk selanjutnya? Ada atau nggak ada Sheila on7 kami tetep ada.

Paham? Tidak? Baiklah, saya jelaskan lebih detail lagi. Yang saya maksud ada atau nggak ada Sheila on7 kami tetap ada adalah walaupun tidak ada mas-mas Sheila on7 lagi manggung, kami tetap kumpul bareng. Sekedar berbagi cerita atau buat acara-acara sendiri. Travelling bareng, karaoke bareng, makan bareng, buka puasa bareng, bagiin ta'jil ke orang jalanan. Banyaaaaaakkkkkkk! Dan yang pasti membahagiakan.

Pertama kali saya gabung di Sheilagank Magelang itu tahun 2009! Udah lama yaa. Ceritanya panjang... Pertama kali udah kenal sama pendirinya Sheilagank Magelang, mas sefri dari SMP. Tapi belum ikut gabung soalnya masih imut belum berani. haha...
Lalu?
Terus pas kelas 1 SMA saya nemu selebaran bertuliskan ajakan bergabung di Sheilagank Magelang. Saya orang yang memungut salah satu selebaran dari sekian selebaran yang terbang dibawa angin, dijadiin bungkus gorengan, atau keinjek sepatu-sepatu berlumpur.. (oke saya alay)
Berhubung saya ngefans banget sama Sheila on7 saya mencoba menghubungi nomor yang tertera di selebaran itu. Yang kemudian saya tahu bahwa itu nomornya COI.

Saya sms ke nomor itu:

+ Halo Mas coi, saya Tiara. Saya mau gabung dong jadi sheilagank magelang

- Jangan panggil Mas, coi aja

begitulah kira-kira. Akhirnya saya dan teman saya Aviv yang suka Sheila on7 juga ketemuan sama COI dan Mas Sefri di Mesnya Mas Sefri. Di sana ketemu sama Mbak Nia juga. Mereka bertiga orang di Sheilagank Magelang yang pertama kali saya temui, cailah.
Terus kumpul pertama di Alun-alun Magelang, nungguin COI lama amet. Saya nunggu di bawah pohon sendirian. Di depan saya ada mas-mas aneh duduk di atas motor. Saya jadi takut  terus saya mundur-mundur gitu. Eh abis itu COI dateng nyapa saya, terus nyapa mas-mas di motor tadi. OMO! ternyata dia Sheilagank juga, namanya mas Ariv. Yang nantinya bakalan jadi mas-mas baik hati yang selalu nebengin saya kalo konser-konser ke luar kota :D

Bermula dari Sheilagank Magelang inilah saya bisa ketemu sama band idola saya sejak lama: Sheila on7. Karena Sheilagank Magelang saya berani ke luar kota demi nonton konser tanpa orang tua. Karena Sheilagank Magelang saya tau gimana rasanya gembel tidur di masjid karena nggak ada tumpangan tidur. Karena Sheilagank Magelang saya kenal sama Sheilagank-sheilagank kota lain. Karena Sheilagank Magelang saya kenal Sheilagank Semarang. Terus dapet pacar anak Sheilagank Semarang. Empat tahun lalu sampai sekarang. Uwuwuwuwuu curhat kan eke jadinya :").
Karena Sheilagank Magelang saya menemukan keluarga baru. Keluarga yang nama-namanya tidak tercantum di kartu keluarga tapi sesungguhnya mereka ada. Selalu ada.

Finally, tiba di hari ini... sudah bertahun-tahun berlalu keluarga ini masih tetap ada. Dan tepat hari ini Sheilagank Magelang tersayang saya merayakan hari jadinya.
Selamat lanjut usia Sheilagank Magelang.. Semoga tetap menjadi tempat berteduh. Mari berlayar bersama-sama...

Nb: Buat yang pengen gabung sama kita, sila hubungi Ibu Ketu kami yang syuper cantik (AYU) 08562718190 / 7D198E21

Selasa, 03 Maret 2015

Pantai Drini - surga milik pribadi

 
Udah tahu dong ya soal keindahan pantai di Gunung Kidul, Wonosari?
Jadi, bulan februari lalu saya jalan-jalan ke sana nih. Karena tahu bahwa di sana pantainya banyak banget.... maka saya searching dulu di internet. Dan dari sekian banyak pantai terpilihlah Pantai Drini. Kenapa? karena foto-fotonya bagus-bagus banget, beberapa pantai di sana saya udah pernah singgahi. Tapi DRINI saya baru denger namanya. Dan tanggal 7 Februari berangkatlah saya dengan nekat ke sana, karena nggak tahu tempatnya. hahaha
 
Yakin mau di rumah aja? Hei Indonesia itu indah!
 
Saya kasih rutenya yah...
Dari arah semarang, flyover jombor - belok kiri (arah solo) - lurus sampai mentok - belok kanan (arah janti) - perempatan janti besar belok kiri - ada plang wonosari ikutin aja nanti banyak plang menuju pantai - ikutin plang pantai Baron - pos retribusi Baron - ikutin plang pantai Drini.
 
Well, saya sampai di sana pas panas-panasnya. Buat yang ke sana jangan lupa pakai kacamata gelap kalau nggak mau silau. Terus jangan lupa pakai sun block kalau nggak mau belang kaya saya. SPF minimal 50 lah ya. Hemm... saya mulai cerita ya, begitu saya tiba di sana saya langsung melotot tot tot tot. Gilak men! Indonesia keren banget!  Pasirnya putih. Lautnya biru muda. Langitnya biru tua. Udah gitu sepi, berasa pantai milik pribadi.
 
Surga milik pribadi
Konon, Pantai Drini ini adalah pantai yang memiliki kepribadian ganda. Di satu sisi pantai halus dan ramah sedangkan sisi satunya lagi ganas. Tapi, karena saya ke sana nggak sendirian saya nggak bisa membuktikan dan menjelajah seisi pantai ini. maybe next time yaa friends....

The amazing indonesia
oiya, banyak banget kapal-kapal nelayan di sini. Udah gitu kapal nelayan yang pulang dari laut bakalan sering jadi pemandangan kita. Harus hati-hati juga biar nggak ketabrak. Soalnya kenceng banget. Maybe, ini ya yang bikin pantai ini nggak seramai pantai lain di sekitar wonosari.

the ship
ada yang tulisannya "tiara" loh, tapi malu mau foto haha
Gais, walaupun pengunjungnya nggak seramai pantai lain tapi pantai ini juga berfasilitas lengkap loh. Ada penyewaan kamar mandi [bayar 3rb], ada orang jualan ikan, jualan makanan, banyak deh jadi jangan takut yaa....
Nah untuk ke pantai ini, kamu kamu hanya perlu membayar 10rb di pos retribusi awal untuk ke semua pantai. Murah kan.. dan di setiap pantai hanya ditarik biaya parkir 2rb. begituuu...

Pantai sepi begini bagus loh buat foto prewedding, nih saya pamer foto saya hahaha

abg alay nih
ala-ala prewedding gituh
viewnya keren binggow
lucu nih buat mesra-mesra begini, kalo ini mah bawa karung beras
main terbang-terbangan juga boleh
banyak kapal
foto kaki biar kaya orang pacaran lain
well, selamat menikmati surga pribadi di pantai Drini
Sampai jumpa di jalan-jalan tiara selanjutnya..
Keluar rumah lah, Indonesia itu indah. Salam

Selasa, 30 Desember 2014

Pondok Kopi - Pondok Surga



Ingin menemukan surga kecil di dunia? Dateng aja ke Pondok Kopi, Umbul Sidomukti, Bandungan, Kab. Semarang. Sumpee! Ini warung kopi bukan warung kopi biasa, ini warung kopi yang berada di surga! Kenapa? Mari simak liputannya, cekidoutt...

Libur natal, bingung mau ke mana. Akhirnya terpilihlah tempat yang katanya romantis. Pondok Kopi. Naik motor dari Semarang perjalanan kira-kira 45 menit. Padahal deket kampus banyak kopian tapi kenapa saya dan "ehem" saya rela jauh-jauh ke Pondok Kopi? Karena kami pengen ngerasain nongkrong di warung kopi yang tempatnya di atas gunung. Huwauuu! Pondok Kopi ini terletak di kaki Gunung Ungaran. Dari tempat wisata Umbul Sidomukti naik dikit. Kira-kira 2km. Kayaknya sih muahahaha... Maka kamu akan tiba di warung kopi surga.



Tapi, tapi, tapi... buat sampai ke tempat ini nggak asal selonong aja loh manteman. Ternyata buat minum di warung kopi ini make tiket segala. Duh dompet :(
Pertama bayar tiket parkir Rp 2000,00 terus bayar tiket masuk pemandangan umbul sidomukti per-orang Rp 4000,00 terus entar di pondok kopinya parkir lagi bayar Rp 2000,00.


TAPI SEMUA INI NGGAK ADA ARTINYA! duit dua belas rebu perak nggak bisa dibandingin sama apa yang eneng liat. Syurgaaaaak! Cobak deh bayangin selepas mata memandang isinya pemandangan alam yang syuper duper ausemmmm!

Pemandangan dari Pondok Kopi
Terus-terus di sini ada banyak pohon yang dikasih lampu-lampu. Mungkin karena suasana natal. Tapi jadinya bagus... Kalo malem lampunya nyala. Kelap kelip kelap kelip... Sukak!

Pohon Natal Alami

Terus di sini juga ada Goa buatan, namanya Goa Tirta Mulya. Buat masuk ke sini bayar lagi Rp 5.000,00. Katanya sih bagus, Sayang pas tutup :( Mari didobrak sajaaaaa.......

Goa Tirta Mulya
Jangan ditiru!
Eh untuk manteman dari luar kota, yang mau nginep, di sini ada villanya juga lohh.. Bagusss....

Villa di Pondok Kopi
 Nah, Setelah puas jalan-jalan dan menikmati pemandangan alam di sekitar pondok kopi maka mari kita masuk ke TKP. Pondok Kopi, tempatnya enak banget. Meja-mejanya klasik. Bagus buat dipoto muahahaha. Untuk tempat se-superkiyul ini harga menunya terjangkau. Rp 5.000,00 - Rp 38.000,00. Soal rasa.. Hemmm .... Sangat... Sangat... biasa. Sorry, tapi cokelat panas yang aku pesen lebih enakan cokelat panas delfi sashet yang sering aku bikin dikosan :(
Tapi dengan bonus pemandangan se-ausem ini rasa nggak begitu saya pedulikan kok. Eh tapi kata "ehem" saya hot moccachino-nya enak :")
Peringatan nih! Pesanlah minuman hangat, kenapa? Iyes! Karena di sana dingin banget. Tapi bukan karena itu. Sepanas apa pun minuman yang kamu pesen, nggak ada 5 menit udah dingin kaya es. Terutama yang duduk di outdoor ya... soalnya suhu udaranya emang markotop dinginnya. Jadi kalo mau ke sini jangan lupa bawa baju hangat <3

Ngopi dengan pemandangan surga
Lapeeeeeerrrrr!
Saran sih manteman! Ke sini sekitar pukul empat sore. Enak deh sejuk, masih terang juga buat foto-foto. Terus bisa lanjut liat pemandangan senja. Lanjut liat bukit bintang dari lampu-lampu kota pas malem hari. Syempurna banget!

View Gunung dan senja dari pondok kopi, sumpah keliatan jelas banget. Ini no edit! no filter!!
Hampir gelap, lampu-lampu kota mulai dinyalakan, bintang datang!
Pekat, bintang kota gemerlap!

Gimana? Surga banget kan.... Enak buat having fun sama keluarga. Sama pacar apalagi, enak banget. Pemandangan bagus, harga terjangkau, tempat romantis, udara dingin kan bisa.... apaan sih gue --"
So, akhir cerita saya mau pamer potok! Haha...

ini lagi ngobrol
nyokelat dengan latar pemandangan superkiyul
selpie di rumput-rumput, maklum di kota jarang ada beginian :(
Pemandangan ijok ijok, semuanya ijok!
Bukit bintaaangg....
Sudah ah pamernya, selamat mencoba suasana surga di pondok kopi.
Tiara super traveller alami setengah sejati pamit.
Sampai jumpa di perjalanan Tiara selanjutnya. Babai muah :*

Sabtu, 15 November 2014

Brown Canyon: Indonesia rasa Amerika

Halo! Setelah sekian lama nggak jalan-jalan karena sibuk latihan teater dan urusuan perkuliahan lainnya, AKHIRNYA! Tiara jalan-jalan lagi. Kali ini jalan-jalannya keluar negeri. Grand Canyon, Colorado, Amerika Serikat. Muahahaha... Bohong sih, masih dalam kota. Brown Canyon, Semarang, Indonesia.Tapi nggak kalah kok sama yang di luar negeri. Indonesia keren banget!

Brown Canyon, Semarang
Keren kan? Iya keren. Dan ini bukanlah tempat wisata. Ini pertambangan. Malahan sumber rezeki untuk supir truk dan bosnya. Jadi, trek untuk menuju tempat maha pecah ini amat sangat huwau susyahnya. Jalanya rusak parah. Bolong sana sini. Udah gitu berdebu. Banget. Jangan pakai soflens, yang ada mata lo bakal kaya bakso di kasih saos. Merah! Pedes! So, Guys, Siapin masker dan kacamata. Kecuali lo kesana naik mobil atau pesawat jet.

Jangan ke sana pas musim hujan, asli jalanan bakal becek berlumpur. Licin. Dan lumpurnya lumayan tebel. Bahaya banget buat pengendara motor macam saya :(

Jalanan berlumpur
Setelah perjuangan yang maha dahsyat, akhirnya gunungan cadas mulai kelihatan. Sebentar lagi sampai! Saya sempet deg-degan, takut kalau-kalau harapan saya bertabrakan dengan kekecewaan. Tapi, tapi... ternyata BROWN CANYON emang keren banget! Demi apah ini beneran kayak Grand Canyon di Colorado, AS. Maksud saya hampir mirip. Hampirnya agak banyak tapi.

Brown Canyon dari kejauhan
Sesampainya di sana. Mulut saya mangap. Indonesia superkiyul banget! Nggak nyangka Semarang punya yang beginian. Saking senengnya lihat alam yang begini, saya sampai nyuekin truk-truk pengangkut yang lalu lalang. Membawa tanah dan batu bagian dari hal menakjubkan yang saya lihat. Atau saya pura-pura nggak lihat truk-truk itu, sebagai penolakan saya atas pengerukan tempat indah ini. Ini seharusnya bisa jadi aset wisata daerah yang menjanjikan. Mundukung visit Jateng. Tapi, tapi, tapi..... Mungkin Tuhan nyiptain gunungan cadas ini emang buat sumber rezeki bagi mereka. Harapan saya sih, pas anak cucu saya nongol di dunia, Brown Canyon masih sama kayak sekarang :")

keruk ... keruk ... keruk ...
Angkut ... Angkut ... Angkut ...
Sudah, sudah, mari kembali ke pemandangan awesome-nya. Saya langsung ambil kamera. Oke, maksud saya kamera hape, yang pixelnya kecil. Jadi, sorry guys kualitas gambarnya kayak ketek. Maybe, ada yang mau nyumbangin saya SLR atau minimal handphone yang kameranya bagusan dikit?



Well, buat saya sih tempat ini keren. Mungkin karena adanya tempat ini banyak yang dirugikan banyak juga yang diuntungkan. Saya nggak ngerti menyikapinya bagaimana. Dalam hati kecil saya sih, pengennya kegiatan pertambangan berhenti. Biarkan gunungan cadas itu berdiri kokoh. Jadikan tempat pariwisata. Benahi jalannya. Mungkin bisa jadi penghasilan bagi rakyat setempat. Tapi kalau begitu, nasib anak istri supir truk itu gimana? Pembangunan mau dapet bahan dari mana?. Entahlah, saya nggak ngerti. Semoga pemerintah daerah punya jalan keluar untuk tempat wisata.. em maksud saya pertambangan yang keren ini.

one!
two!
three!
action!
Sampai jumpa di perjalanan saya selanjutnya.
Siyaa....

Nb: Tengs to my Dib, makasih mau nemenin dan jadi photographer penyabar. Cintak!